Kamis, 12 April 2012

Style dalam desian " Art Nouveau"


Art Nouveau
Gaya ini merupakan gaya desain internasional pertama yang berkembang mulai tahun 1880-an hingga era awal perang dunia pertama. Walaupun hanya berlangsung relatif singkat, namun Art Nouveau memiliki kekuatan dalam menyebarkan seni murni di masyarakat. Bahkan dianggap sebagai salah satu inovasi paling imajinatif di dalam sejarah desain oleh para kritikus saat itu.

Gaya ini sebenarnya dimulai di Inggris dan merupakan turunan langsung dari gerakan Arts and Cratfs. Desainer pada masa itu menampilkan bentuk-bentuk informal yang mengambang, desain dengan irama bergelombang, pola datar, feminin, garis-garis lengkung, gaya naturalis tumbuhan, serangga, wanita telanjang serta simbolisasi-simbolisasi yang menimbulkan kekaguman. Art Nouveau memperkenalkan unsur-unsur sensualitas ke dalam desain dan seringkali digambarkan dengan jelas.

Samahalnya dengan Arts and Crafts, Art Nouveau juga muncul sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap Victorian. Art Nouveau dianggap sebagai gaya ilustrasi yang pertama kali di dalam dunia desain secara internasional. Seorang kritikus berpendapat mengenai Art Nouveau, “one of the most imaginative innovation in the history of design”.
* Desainer paling berpengaruh
1. Alphonse Mucha
Karya :  Alphonse Mucha

2. Henri Toulouse Lautrec
Karya : Henri Toulouse Lautrec

3. Eugène Grasset
Karya : Eugène Grasset

4. Raymond Savignac
Karya : Raymond Savignac

5. Jules Cheret
karya : Jules Cheret
* Desainer lainnya
1. Arthur H. Mackmurdo
Karya : Arthur H. Mackmurdo

   2. J. J Gould, Jr
Karya : J. J Gould, Jr

3. William Carqueville
karya : 3. William Carqueville

   4. Tadanori Yokoo
Karya : Tadanori Yokoo

5. Pierre Bonard
karya : Pierre Bonard

6. Leonetto Cappiello

Karya : Leonetto Cappiello

Ciri-ciri style
    * Dekoratif, tetapi jauh lebih sederhana bila dibandingkan
      dengan Arts and Craft
    * Pewarnaan yang flat
    * Sudah memiliki prinsip penataan secara geometris
    * Umumnya asimetris, gambar dan tulisan saling mengimbangi


Contoh Penerapan Gaya Art Nouveau pada saat sekarang

Packing Kartu Kwarted "Beiny Harsono"
Packing Mug "Beiny Harsono"

Kartu Kwarted Bagian Belakang "Beiny Harsono"

Kartu Kwarted Bagian Depan "Beiny Harsono"

Link Mengenai  Art Nouveau

Tentang Poster


Poster adalah sebuah karya seni yang dilukis atau dicetak  yang terdiri  dari Visual dan huruf di atas kertas berukuran besar, namun pada perkembangannya sekarang poster bisa hanya berisi huruf atau berisi visual saja, medianya pun bisa apa saja (plastik, kain, dll) dan ukurannya bisa bervariasi dari kecil,sedang, besar dan sangat besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.

Poster bisa menjadi sarana Propaganda, Promosi, Pendidikan, dan Dekorasi. Selain itu bisa pula berupa salinan karya seni terkenal.

Contoh Poster Propaganda
Poster Propaganda Cina

Poster Propaganda Rusia

Poster Propaganda Amerika


Poster Propaganda Jerman "NAZI" 1943

Poster Propaganda Indonesia Kedudukan Belanda

Poster Propaganda Jaman Kedudukan Jepang
Poster Propaganda Indonesia 1945
poster Propaganda Indonesia
"Boeng, Ajo Boeng" karya Affandi (1945)
Salah satu Poster Propaganda Perjuangan Indonesia yang bertendensi mengobarkan semangat Juang Rakyat, atas permintaan Soekarno. Poster ini dibuat oleh Pelukis Affandi, Soekarno yang memberi ide rantai putus, sang model adalah pelukis Dullah dan kata-kata Boeng, Ajo Boeng didapatkan dari Penyair Chairil Anwar : "Dari mulut Chairil Anwar terdengar kalimat, “Boeng, ajo Boeng!” Dan ketika ditanyakan dari mana idenya, Chairil Anwar, penyair “si binatang jalang” itu bercerita bahwa para pekerja seks di Pasar Senen memanggil setiap pria dengan kata-kata “Bung Sini Bung!” Ternyata kata-kata itu biasa diucapkan pelacur-pelacur di Jakarta yang menawarkan dagangannya pada zaman itu. Para pelacur mencoba merayu para pria dengan kata “bung,” yang ternyata juga kata itu dekat dengan gelora “semangat.” Dan para seniman lukis itu langsung dengan kocak berkesimpulan bahwa Chairil baru saja ber-“bung sini bung!”

Dalam perjalanan waktu kata “bung” tak hanya tampil dalam poster yang disebarluaskan ke segala tempat, tapi juga hadir di dinding-dinding, puisi hingga lagu. Seperti bait akhir dari lagu perjuangan kita, “…mari bung rebut kembali!” Kata “bung” melampaui garis pemisah berdasar kelas, agama, suku, dan juga ras. Kata “bung” membawa ke dalam suasana persatuan, solidaritas, dan nasionalisme. (Bung Tomo, Bung Karno, Bung Hatta, dll)

Contoh Poster Yang  hanya berisi huruf dan berukuran kecil
Priyanto Sunarto, Poster “Art Fair 25 Thn ITB”, 1972

Poster Pasar Seni Pertama di Bandung 1972, 21 cm X 16 cm (affiche/poster kecil untuk ditempel di ruamg publik dan sisipan koran) dicetak dengan mesin rex rotary, tinta warna, 10 rim my jewelry box

Contoh Poster  Ambient Media
Ambient media adalah media komunikasi
yang menggunakan mediumnya
untuk memperkuat pesan  media komunikasinya
 Contoh Poster  Film
Poster Film Indonesia "Alang-Alang" 1939
  Contoh Poster yang Dominan Berisi Visual saja
Poster Film Holywood "The Punisher " 2004

Tentang Tipografi

Tipografi 
merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Sejarah Tipografi
Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph.  Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.

pictograph & hieroglif

Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.

etruska & romawi

Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.
fase komputerisasi tipografi

Jenis Huruf
Secara garis besar huruf-huruf digolongkan menjadi:
  • Roman, dengan ciri memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin. Contoh: Font Times New Roman
contoh penerapan jenis huruf roman

  • Egyptian, dengan ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil. Contoh: Font Rockwell
contoh penerapan jenis huruf egyptian

  • Sans Serif, dengan ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien. Contoh: Font Arial
contoh penerapan jenis huruf san serif

  • Script, merupakan goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab. Contoh: Font Script MT Bold
contoh penerapan jenis huruf script
  • Miscellaneous, merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental. Contoh: Font Jokerman
contoh penerapan jenis huruf miscellaneous

Legibility dan Keterbacaan
Legibility adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu tulisan tanpa harus bersusah payah. Hal ini bisa ditentukan oleh:
  1. Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan sebagainya.
  2. Penggunaan warna
  3. Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari
keterbacaan huruf
Keterbacaan adalah tingkat kenyamanan suatu susunan huruf saat dibaca, yang dipengaruhi oleh:
  1. Jenis huruf
  2. Ukuran
  3. Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya
  4. Kontras warna terhadap latar belakang 
kontras warna

Dalam dunia desain, TIPOGRAFI  Tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi tertulis / text, namun dapat menjadi bagian elemen ilustrasi / visual sebagai pelengkap desain Contoh:
Arial Power
Go Green Spirit
 Poster Arial Power dan Go Green Spirit yang dirancang Oleh: Beiny Harsono

Icon Biennale Jogja IX Neo-Nation 2007
dan Disain Icon Biennale Jogja IX Neo-Nation 2007 yang dirancang Oleh: Beindeetz
 "for Download Font"

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Tipografi

Rabu, 11 April 2012

Tentang Warna


Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer. Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer.
warna spektrum
 yang terdiri dari enam macam warna primer yaitu: merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu. Sir Isacc Newton menambahkan warna ketujuh diantara biru dan ungu yaitu indigo agar warna primer ini dapat terasosiasikan dengan banyaknya nada dalam music. Cahaya dalam spektrum inilah yang kita bicarakan dalam dunia seni grafis yang sering disebut dengan spectrum kasat mata.

spectrum kasat mata

Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru (RGB)yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta.

Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.

Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).

Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.


Teori Brewster pertama kali dikemukakan pada tahun 1831. Teori ini menyederhanakan warna-warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral.
lingkaran warna brewster

Kelompok warna ini sering disusun dalam lingkaran warna brewster. Lingkaran warna brewster mampu menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad.

Pembagian warna
Warna primer
Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning.
warna primer

Warna sekunder
Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning , hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.
warna sekunder

Warna tersier
Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga, Hijau kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan hijau.
warna tersier

Warna netral
Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.
warna netral

Warna panas dan dingin
Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dan warna dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Sementara warna dingin dimulai dari ungu kemerahan hingga hijau.

Warna panas akan menghasilkan sensasi panas dan dekat. Sementara warna dingin sebaliknya. Suatu karya seni disebut memiliki komposisi warna harmonis jika warna-warna yang terdapat di dalamnya menghasilkan efek hangat-sedang.
pembagian suhu warna

Hubungan antar warna
Warna melengkapi / complement 
contoh warna: masking templet by thomasdian
Warna melengkapi / complement
Warna sejalan / analogous
contoh warna:  masking templet by thomasdian
Warna sejalan / analogous
Warna sejalan dengan kontras / analogous with contras
contoh warna: masking templet by thomasdian 
Warna sejalan dengan kontras / analogous with contras
Kontras 3 warna / contras 3 color
contoh warna: masking templet by thomasdian
Kontras 3 warna / contras 3 color
 




Kontras 4 warna / contras 4 color
contoh warna: masking templet by thomasdian 
Kontras 4 warna / contras 4 color
Dalam proses pencampuran warna
yang diterapkan dalam peralatan atau perangkat input maupun output, dikenal dengan 2 macam cara yaitu : pencampuran warna additive dan warna subtractive.

Warna Additive adalah pencampuran warna primer cahaya yang terdiri dari warna red, green dan blue dimana pencampuran ketiga warna primer dengan jumlah yang sama akan menghasilkan warna putih. Kombinasi antara dua warna primer akan menghasilkan warna skunder. warna skunder adalah Cyan (gabungan warna green dan blue), magenta (gabungan warna blue dan red) dan yellow (gabungan warna red dan green). prinsip pencampuran warna additive diterapkan pada monitor, TV, Video, Scanner dan lain-lain.

Warna Additive
Warna Subtractive adalah warna skunder dari warna additive, namun secara material warna subtractive berbeda dengan warba additive. warna additive dibentuk dari cahaya, sedangkan warna subtractive dibentuk dengan pigment warna yang bersifat transparan. tinta cetak adalah contoh dari pencampuran warna subtractive. warna subtractive terdiri atas cyan, magenta dan yellow, secara teori pencampuran ketiga warna subtractive akan menghasilkan warna hitam, tetapi kenyataan dilapangan adalah warna coklat tua (karena keterbatasan pigment tinta cetak) oleh sebab itu ditambahkan warna hitam (black dinyatakan dengan simbol K berasal dari kata Key) untuk menambah kepekatannya. saat ini warna CMYK menjadi standard dalam proses cetak warna di industri grafika.

Warna Subtractive